Latest Entries »

TUGAS SOFTSKILL ( 2 )

1. Cari contoh organisasi (kalo bisa yang formal)

2. Lalu identifikasi ( Jelaskan Struktur Organisasi, Tujuan, Hirarki dan yang lainnya secara lengkap.)

3. Kalo sudah , dari identifikasi tersebut , apakah saling berhubungan antara yang satu dengan yang lainnya? (berikan komentar)

 

Jawab :

KOPERASI

Pengertian Koperasi :
Istilah koperasi berasal dari bahasa asing co-operation. (Co = bersama, operation = usaha), koperasi berarti usaha bersama, misalnya Koperasi Unit Desa (KUD) artinya usaha bersama masyarakat di satu wilayah desa, Koperasi Karyawan artinya usaha bersama para karyawan.

Menurut Undang-undang Nomor 12 tahun 1967 tentang pokok-pokok perkoperasian,”Koperasi Indonesia adalah organisasi ekonomi rakyat berwatak sosial, beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi yang merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan”(pasal 3 UU No.12/1967).

Menurut Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 Pasal 1 Ayat 1 tentang perkoperasian menyatakan bahwa koperasi adalah “badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi dan sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan”.

Koperasi merupakan kumpulan orang dan bukan kumpulan modal. Koperasi harus betul-betul mengabdi kepada kepentingan perikemanusiaan semata-mata dan bukan kepada kebendaan. Kerjasama dalam koperasi didasarkan pada rasa persamaan derajat, dan kesadaran para anggotanya. Koperasi merupakan wadah demokrasi ekonomi dan sosial. Koperasi adalah milik bersama para anggota, pengurus maupun pengelola. Usaha tersebut diatur sesuai dengan keinginan para anggota melalui musyawarah rapat anggota.
Koperasi sebagai badan usaha dapat melakukan kegiatan usahanya sendiri dan dapat juga kerja sama dengan badan usaha lain, seperti perusahaan swasta maupun perusahaan negara. Perbedaan antara koperasi dan badan usaha lain, dapat digolongkan sebagai berikut :

a. Dilihat dari segi organisasi
Koperasi adalah organisasi yang mempunyai kepentingan yang sama bagi para anggotanya. Dalam melaksanakan usahanya, kekuatan tertinggi pada koperasi terletak di tangan anggota, sedangkan dalam badan usaha bukan koperasi, anggotanya terbatas kepada orang yang memiliki modal, dan dalam melaksanakan kegiatannya kekuasaan tertinggi berada pada pemilik modal usaha.

b. Dilihat dari segi tujuan usaha

Koperasi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan bagi para anggotanya dengan melayani anggota seadil-adilnya, sedangkan badan usaha bukan koperasi pada umumnya bertujuan untuk mendapatkan keuntungan.

c. Dilihat dari segi sikap hubungan usaha
Koperasi senantiasa mengadakan koordinasi atau kerja sama antara koperasi satu dan koperasi lainnya, sedangkan badan usaha bukan koperasi sering bersaing satu dengan lainnya.

d. Dilihat dari segi pengelolahan usaha
Pengelolahan usaha koperasi dilakukan secara terbuka, sedangkan badan usaha bukan koperasi pengelolahan usahanya dilakukan secara tertutup.

2.KOPERASI

Koperasi bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Hal ini diperoleh dengan adanya pembagian Sisa Hasil Usaha(SHU) kepada para anggotanya. Tujuan koperasi ini membedakan koperasi dengan badan usaha lainnya. Secara umum badan usaha lainnya bertujuan untuk memperoleh keuntungan sebesar- besarnya.

Tugas Softskill

Aspirasi Masyarakat

Beberapa orang aktivis ingin memperjuangkan aspirasi masyarakat. Mereka mempunyai kepedulian yang sama terhadap kondisi masyarakat terutama hal yang berhubungan dengan permasalahan hukum dan ekonomi, namun mereka menyadari bahwa untuk memperjuangkan hal tersebut bukan persoalan yang mudah. Pada sisi yang lain beberapa aktivis tersebut mendapatkan tawaran untuk bergabung dengan partai politik yang memberikan jaminan kepada mereka bahwa mereka nantinya akan diangkat menjadi wakil rakyat di lembaga legislatif.

 Pertanyaan :

 1. Pilihan manakah yang sebaiknya mereka ambil, apakah tetap pada komitmen mereka semula yaitu memperjuangkan aspirasi tersebut di luar lembaga resmi ataukah mereka menerima tawaran partai politik? Jelaskan jawaban anda !

 2. Bila mereka sepakat memperjuangkan diluar lembaga resmi, jenis organisasi apakah yang sebaiknya mereka bentuk ?

 

Jawab :

1. Saya akan memilih untuk tetap pada komitmen awal yaitu bisa memperjuangkan aspirasi masyarakat di luar lembaga resmi dan tidak ikut bergabung pada partai politik.

Pemilihan saya ini telah saya pertimbangkan dengan baik.

Alasan saya memilih untuk tetap pada komitmen awal, karena saya sebagai pribadi yang sedang berupaya untuk menjadi pribadi yang baik, yang bisa memberikan manfaat terhadap sesama umat manusia. Dengan pilihan yang sedang saya ambil ini semoga saya bisa memperjuangkan aspirasi masyarakat dengan cara yang demokrasi tanpa merugikan pihak manapun.  Saya akan memulai perjuangan ini dari hal yang terkecil sebelum melangkah kepada hal yang kompleks baik itu urusan ekonomi dan  permasalahan hukum.

 

2.  Menurut saya, Organisasi yang baik untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat adalah organisasi yang tidak memihak kepada satu pihak saja baik itu Partai Politik atau Bagian dari Pemerintahan artinya bersifat netral.

Yang kedua, Organisasi yang tidak anarkis, bukan berarti untuk menyampaikan aspirasi masyarakat harus bersikap anarkis yang dapat menyebabkan kerugian bagi orang lain yang mungkin tidak bersalah.  Sehingga sebaiknya organisasi yang menghargai Hak Azazi Manusia, bersifat demokratis dan tidak ada motif-motif Politik tertentu.

Definisi Profesi

Setiap profesi biasanya menggunakan sistem etika terutama untuk menyediakan struktur yang mampu menciptakan disiplin tata kerja dan menyediakan garis batas tata nilai yang bisa dijadikan acuan para profesional untuk menyelesaikan dilema etik yang dihadapi saat menjalankan fungsi pengemban profesinya sehari-hari.
Profesi
Pekerjaan yang dilakukan yang berupa kegiatan pokok yang mengandalkan suatu keahlian dan keterampilan tertentu, sebagai mata pencaharian untuk menghasilkan nafkah hidup.

Kode EtikProfesi
Kodeetikprofesi merupakan sarana untuk membantu para pelaksana sebagai seseorang yang professional supaya tidak dapat merusak etika profesi.

Bartens (1985) menyatakan :
• Kode etik profesi merupakan norma yang ditetapkan dan diterima oleh kelompok profesi yang mengarahkan atau memberi petunjuk kepada anggotanya bagaimana seharusnya berbuat dan sekaligus menjamin mutu moral profesi itu dimata masyarakat.

• Kode etik profesi merupkan produk etika terapan karena dihasilkan berdasarkan penerapan pemikiran etis atas suatu profesi. Kode etik profesi dapat berubah dan diubah seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga anggota kelompok profesi tidak akan ketinggalan zaman.

• Kode etik profesi merupakan hasil pengaturan diri profesi yang bersangkutan dan ini perwujudan moral yang hakiki, yang tidak dapat dipaksakan dari luar. Kode etik profesi hanya berlaku efektif apabila dijiwai oleh cita-cita dan nilai-nilai yang hidup dalam lingkungan profesi itu sendiri.

• Kode etik profesi merupakan kriteria prinsip profesional yang telah digariskan, sehingga diketahui dengan pasti kewajiban profesional anggota lama, baru, ataupun calon anggota kelompok profesi. Kode etik profesi telah menentukan standarisasi kewajiban profesional anggota kelompok profesi. Sehingga pemerintah atau masyarakat tidak perlu campur tangan untuk menentukan bagaimana profesional menjalankan kewajibannya.

• Kode etik profesi pada dasarnya adalah norma perilaku yang sudah dianggap benar atau yang sudah mapan dan tentunya lebih efektif lagi apabila norma perilaku itu dirumuskan secara baik, sehingga memuaskan semua pihak.

Fungsi Kode Etik Profesi

Mengapa kode etik profesi perlu dirumuskan secara tertulis?
Sumaryono (1995) mengemukakan 3 alasannya yaitu :
1. Sebagai sarana kontrol sosial
2. Sebagai pencegah campur tangan pihak lain
3. Sebagai pencegah kesalah pahaman dan konflik

Ada tiga hal pokok yang merupakan fungsi dari kode etik profesi :
Kode etik profesi memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang prinsip profesionalitas yang digariskan. Maksudnya bahwa dengan kode etik profesi, pelaksana profesi mampu mengetahui suatu hal yang boleh dialakukan dan yang tidak boleh dilakukan.
• Kode etik profesi merupakan sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan. Maksudnya bahwa etika profesi dapat memberikan suatu pengetahuan kepada masyarakat agar juga dapat memahami arti pentingnya suatu profesi, sehingga memungkinkan pengontrolan terhadap para pelaksana di lapangan kerja.
• Kode etik profesi mencegah campur tangan pihak di luar organisasi profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi. Arti tersebut dapat dijelaskan bahwa para pelaksana profesi pada suatu instansi atau Perusahaan yang lain tidak boleh mencampuri pelaksanaan profesi dilain Instansi atau Perusahaan.

FUNGSI KODE ETIK
Pada dasarnya kode etik memiliki fungsi ganda yaitu sebagai perlindungan dan pengembangan bagi profesi. Fungsi seperti itu sama seperti apa yang dikemukakan Gibson dan Michel (1945 : 449) yang lebih mementingkan pada kode etik sebagai pedoman pelaksanaan tugas prosefional dan pedoman bagi masyarakat sebagai seorang professional.
Biggs dan Blocher ( 1986 : 10) mengemukakan tiga fungsi kode etik yaitu : 1. Melindungi suatu profesi dari campur tangan pemerintah. (2). Mencegah terjadinya pertentangan internal dalam suatu profesi. (3). Melindungi para praktisi dari kesalahan praktik suatu profesi.
Sutan Zahri dan Syahmiar Syahrun (1992) mengemukakan empat fungsi kode etik guru bagi guru itu sendiri, antara lain :
1. Agar guru terhindar dari penyimpangan tugas yang menjadi tanggung jawabnya.
2. Untuk mengatur hubungan guru dengan murid, teman sekerja, masyarakat dan pemerintah.
3. Sebagai pegangan dan pedoman tingkah laku guru agar lebih bertanggung jawab pada profesinya.
4. Penberi arah dan petunjuk yang benar kepada mereka yang menggunakan profesinya dalam melaksanakan tugas.

Profesionalisme
Profesionalisme adalah cara bekerja yang sangat didominasi oleh sikap , bukan hanya satu set daftar dari skill dan kompetensi yang dimiliki.
Di era globalisasi sekarang ini profesionalisme merupakan salah satu conditio sine qua non bagi segala jenis pekerjaan. Setiap orang, apapun pekerjaannya, haruslah mampu memposisikan diri sebagai profesional-profesional tangguh yang siap menghadapi segala situasi yang mungkin terjadi sebagai akibat persaingan global yang sangat tajam dan terbuka.
Ada cukup banyak definisi yang pernah dikemukakan para pakar tentang profesionalisme. Definisi-definisi itu tentu dirumuskan dengan penekanan-penekanan tertentu sesuai dengan tujuan dan sudut pandang pakar yang mengajukannya. Karenanya, tidak jarang orang awam justru dibuat bingung dengan banyaknya definisi tersebut (Cf. Richard de George, 1986: 337).
Pada umumnya orang menggunakan istilah profesionalisme untuk menunjukkan etos kerja yang profesional. Seseorang atau sekelompok orang yang memiliki profesionalisme tinggi dapat dinilai sebagai jaminan bahwa orang atau kelompok orang tersebut memiliki dedikasi dan komitmen yang tinggi atas pekerjaan dan komunitas yang terkait dengan pekerjaannya tersebut.
Dengan pengertian tersebut, profesionalisme dapat dipandang pula sebagai spirit atau bahkan sikap hidup yang dimiliki individu dan/ atau kelompok yang menempatkan pekerjaan sebagai hal yang perlu dijalankan dengan penuh tanggungjawab dan seoptimal mungkin. Profesionalisme akan menentukan reputasi dan masa depan pekerjaan seseorang, sebab dengan menjunjung tinggi sikap hidup ini maka rasa hormat dan kepercayaan orang lain akan semakin meningkat, yang berarti juga akan meningkatkan nilai diri dan imbalan (reward).

Penggunaan Istilah Profesionalisme
Berdasar sejarah pemakaiannya, istilah profesi biasa digunakan untuk mengacu pekerjaan-pekerjaan yang membutuhkan ketrampilan atau keahlian khusus, yang dilakukan sebagai pekerjaan utama, dalam artian bahwa pekerjaan-pekerjaan tersebut bukan sekadar hobi atau pekerjaan sampingan. Profesi dengan demikian bukanlah pekerjaan itu ansich, tetapi juga berkaitan dengan orang yang menjalaninya.
Profesionalisme berasal dan kata profesional yang mempunyai makna yaitu berhubungan dengan profesi dan memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya, (KBBI, 1994). Sedangkan profesionalisme adalah tingkah laku, keahlian atau kualitas dan seseorang yang professional (Longman, 1987).
“Profesionalisme” adalah sebutan yang mengacu kepada sikap mental dalam bentuk komitmen dari para anggota suatu profesi untuk senantiasa mewujudkan dan meningkatkan kualitas profesionalnya.
Profesionalisme berarti “The expertness characteristic of a professional person” kalimat tersebut mempunyai arti “karakteristik kemahiran dari seorang professional” maka dengan demikian apabila Anda berkarir dalam hal apapun, tunjukan sikap profesionalisme diri Anda.

Ciri-Ciri Profesionalisme :
• Punya ketrampilan yang tinggi dalam suatu bidang serta kemahiran dalam menggunakan peralatan tertentu yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas yang bersangkutan dengan bidangnya.
• Punya ilmu dan pengalaman serta kecerdasan dalam menganalisis suatu masalah dan peka di dalam membaca situasi cepat dan tepat serta cermat dalam mengambil keputusan terbaik atas dasar kepekaan.
• Punya sikap berorientasi ke depan sehingga punya kemampuan mengantisipasi perkembangan lingkungan yang terbentang di hadapannya.
• Punya sikap mandiri berdasarkan keyakinan akan kemampuan pribadi serta terbuka menyimak dan menghargai pendapat orang lain, namun cermat dalam memilih yang terbaik bagi diri dan perkembangan pribadinya.

Kompetensi Profesionalisme di Bidang IT, mencakupi beberapa hal :

Keterampilan Pendukung Solusi IT
 Installasi dan konfigurasi sistem operasi (windows atau linux)
 Memasang dan konfigurasi mail server, FTP server dan Web server
 Menghubungkan perangkat keras
 Programming

Keterampilan Pengguna IT
 Kemampuan pengoperasian penrangkat keras.
 Administer dan konfigurasi sistem operasi yang mendukug network.
 Administer perangkat keras.
 Adminster dan mengelola network security.
 Administer dan mengelola database.
 Mengelola network security.
 Membuat aplikasi berbasis desktop atau Web dengan multimedia.

Pengetahuan di Bidang IT
 Pengetahuan dasar perangkat keras, memahami organisasi dan arsitektur komputer.
 Dasar-dasar telekomunikasi mengenai perangkat keras.
 Bisnis internet.

Faktor Penyebab Pelanggaran Kode Etik Profesi IT

Faktor penyebab pelanggaran kode etik profesi IT adalah makin merebaknya penggunaan internet. Jaringan luas computer tanpa disadari para pemiliknya di sewakan kepada spammer (penyebar email komersial) froudster (pencipta setus tipuan), dan penyabot digital.
Terminal2 jaringan telah terinfeksi virus computer, yang mengubah computer menjadi zombie contohnya di bandung banyak warnet yang menjadi sarang kejahatan computer. Factor lain yang menjadi pemicu adalah makin merebaknya intelektual yang tidak beretika.

Faktor Penyebab Pelanggaran Kode Etik Profesi IT :

 Tidak berjalannya control dan pengawasan dari masyarakat.
 Organisasi profesi tidak dilengkapi dengan sarana dan mekanisme bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan.
 Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai substansi kode etik profesi, karena buruknya pelayanan sosialisasi dari pihak prepesi sendiri
 Belum terbentuknya kultur dan kesadaran dari para pengemban profesi IT untuk menjaga martabat luhur profesinya
 Tidak adanya kesadaran etis dan moralitas diantara para pengemban profesi TI untuk menjaga martabat luhur profesinya.

Beberapa Penyebab Pelanggaran Kode Etik Profesi

 Idealisme yang terkandung dalam kode etik profesi tidak sejalan dengan fakta yang terjadi di sekitar para profesional, sehingga harapan terkadang sangat jauh dari kenyataan.
 Memungkinkan para profesional untuk berpaling kepada kenyataan dan mengabaikan idealisme kode etik profesi. Kode etik profesi bisa menjadi pajangan tulisan berbingkai.
 Kode etik profesi merupakan himpunan norma moral yang tidak dilengkapi dengan sanksi keras karena keberlakuannya semata-mata berdasarkan kesadaran profesional.
 Memberi peluang kepada profesional yang untuk berbuat menyimpang dari kode etik profesinya.

ELEMEN DASAR SISTEM KOMPUTER
• Hardware
Pengertian dari hardware atau dalam bahasa indonesianya disebut juga dengan nama perangkat keras adalah salah satu komponen dari sebuah komputer yang sifat dan alatnya bisa dilihat dan diraba oleh manusia secara langsung atau yang berbentuk nyata, yang berfungsi untuk mendukung proses komputerisasi.

Hardware dapat bekerja berdasarkan perintah yang telah ditentukan ada padanya, atau yang juga disebut dengan istilah instruction set. Dengan adanya perintah yang dapat dimengerti oleh hardware tersebut, maka hardware tersebut dapat melakukan berbagai kegiatan yang telah ditentukan oleh pemberi perintah. Berikut ini adalah beberapa elemen dari hardware berdasarkan fungsinya:

1. Input Device (Unit masukan)
2. Process Device (Unit Pemrosesan)
3. Output Device (Unit keluaran)
4. Backing Storage ( Unit penyimpanan)
5. Periferal ( Unit tambahan)

Komponen dasar komputer yang terdiri dari input, process, output dan storage. Input device terdiri dari keyboard dan mouse, Process device adalah microprocessor (ALU, Internal Communication, Registers dan control section), Output device terdiri dari monitor dan printer, Storage external memory terdiri dari harddisk, Floppy drive, CD ROM, Magnetic tape. Storage internal memory terdiri dari RAM dan ROM. Sedangkan komponen Periferal Device merupakan komponen tambahan atau sebagai komponen yang belum ada atau tidak ada sebelumnya. Komponen Periferal ini contohnya : TV Tuner Card, Modem, Capture Card.
 Hardware (perangkat keras), Merupakan peralatan fisik dari komputer yang dapat kita lihat dan rasakan. Hardware ini terdiri dari;
• Input/Output Device (I/O Device) terdiri dari perangkat masukan dan keluaran, seperti
keybord dan printer.
• Storage Device (perangkat penyimpanan) mmarepakan media untuk menyimpan data
seperti disket, hard disk, CD-I, flash disk dll.
• Monitor/Screen Monitor merupakan sarana untuk menampilkan apa yang kita ketikkan
pada papan keyboard setelah diolah oleh prosesor. Monitor disebut juga dengan Visual Display Unit (VDO).
• Cassing Unit adalah tempat dari semua peralatan komputer, baik itu mother board, card,
peripheral lain dan Central Procesing Unit (CPU). Cesing Unit ini disebut juga dengan
System Unit.
• Central Processing Unit (CPU) adalah salah satu bagian komputer yang paling penting,
karena jenis prosesor menentukan pula jenis komputer. Baik tidaknya suatu komputer, jenis
komputer, harga komputer, ditentukan terutama oleh jenis prosesornya. Semakin canggih
prosesor komputer, maka kemampuannya akan semakin baik dan biasanya harganya akan semakin mahal.

 Software (perangkat lunak)
 Nama lain dari software ialah perangkat lunak. Seperti nama lainnya itu, yaitu perangkat lunak, sifatnyapun berbeda dengan hardware atau perangkat keras, jika perangkat keras adalah komponen yang nyata yang dapat dilihat dan disentuh oleh manusia, maka software atau perangkat lunak tidak dapat disentuh dan dilihat secara fisik, software memang tidak tampak secara fisik dan tidak berwujud benda tapi kita bisa mengoperasikannya.

 Pengertian software adalah sekumpulan data elektronik yang disimpan dan diatur oleh komputer, data elektronik yang disimpan oleh komputer itu dapat berupa program atau instruksi yang akan menjalankan suatu perintah. Melalui software atau perangkat lunak inilah suatu komputer.

• Software ialah program-program komputer yang berguna untuk menjalankan suatu pekerjaan sesuai dengan yang dikehendaki oleh pengguna komputer. Program tersebut ditulis dengan bahasa khusus yang dimengerti oleh komputer. Software terdiri dari beberapa jenis, yaitu :
 Sistem Operasi, seperti DOS, Unix, Linux, Novell.OS/2,Windows, adalah software yang berfungsi untuk mengaktifkan seluruh perangkat yang terpasang pada komputer sehingga masing-masingnya dapat saling berkomunikasi. Tanpa ada sistem operasi maka komputer tak dapat difungsikan sama sekali.

 Program Utility, seperti Norton Utility, Scandisk, PC Tools, dll. Program utility barfungsi untuk membantu atau mengisi kekurangan/kelemahan dari system operasi, misalnya PC Tools dapat melakukan perintaah format sebagaimana DOS, tapi PC Tools mampu memberikan keterangan dan animasi yang bagus dalam proses pemformatan. File yang telah di hapus oleh DOS tidak dapat dikembalikan lagi tapi dengan program bantu hal ini dapat dilakukan.

 Program Aplikasi, seperti GL,MYOB, Payroll dll. Merupakan program yang khusus melakukan suatu pekerjaan tertentu, seperti program gaji pada suatu perusahaan. Maka program ini hanya digunakan oleh bagian keuangan saja tidak dapat digunakan oleh departemen yang lain. Biasanya program aplikasi ini dibuat oleh seorang programmer komputer sesuai dengan permintaan/kebutuhan seseorang/lembaga/perusahaan guna keperluan interennya.

 Program Paket, seperti Microsoft office, Adobe Photoshop, Macromedia studio, open office dll Adalah program yang disusun sedemikian rupa sehingga dapat digunakan oleh banyak orang dengan berbagai kepentingan. Seperti MS. Office, dapat digunakan oleh departemen keuangan untuk membuat nota, atau bagian adminstrasi untuk membuat surat penawaran dan lain sebagainya.
 Bahasa Pemrograman, PHP, ASP, dBase, Visual Basic dll. Merupakan software yang khusus digunakan untuk membuat program komputer, apakah itu sistem operasi, program paket dll.

 MACAM-MACAM SOFTWARE GRAFIS

Jumlah Software dalam dunia grafis jumlahnya banyak sekali, diantara itu, ada 2 SOFTWARE yang sangat familiar dengan masyarakat, yaitu Corel Draw dan Photoshop.
CorelDraw diciptakan oleh Corel Corporation merupakan program yang berbasis vector, salah satu ciri program berbasis vector/garis adalah objek yang dihasilkan akan relative sama saat dibesarkan walau mengalami pembesaran sampai dengan berapapun ukurannya. CorelDraw sangat unggul dalam mengolah gambar yang akan dijadikan logo, symbol dll.

Adobe Photoshop adalah Software pengolah gambar/foto yang sangat lengkap dengan segala fasilitasnya. Software ini merupakan program yang berbasis bitmap, dimana bitmap merupakan sekumpulan titik dengan tingkat kerapatan tertentu. Yang kemudian kita kenal dengan istilah pixel. Saat ini Adobe telah mengeluarkan Adobe Photoshop CS3 yang lebih lengkap dari segi fitur-fiturnya.

 Brainware (User)
User (Pengguna) adalah personal-personal yang terlibat langsung dalam pemakaian komputer,
seperti System analis, programmer, operator, user dll. Pada organisasi yang cukup besar, masalah komputerisasi biasanya ditangani oleh bagian khusus yang dikenal dengan bagian EDP (Electronick Data Processing), atau sering disebut dengan EDP Departemen, yang dikepalai oleh seorang Manager EDP.

• System Analis : Orang yang bertugas mempelajari, menganalisa, merancang dan membentuk suatu sistem / prosedur pengolahan data secara elektronik berdasarkan aplikasi yang dipesan oleh pemakai jasa komputer.
• Programmer : Orang yang bertugas di dalam data processing programming berdasarkan program spesialisasi.
• Operator : Orang yang bertugas mempersiapkan komputer untuk memproses suatu program mulai dari menghidupkan komputer, menjalankan komputer (mengoperasikan program-program komputer / aplikasi komputer).

 PEMAHAMAN KOMPONEN HARDWARE
• Input
Proses memasukan data ke dalam proses komoputer melalui alat input (input device).
Unit ini berfungsi sebagai media untuk memasukkan data dari luar ke dalam suatu memori dan processor untuk diolah guna menghasilkan informasi yang diperlukan. Input devices atau unit masukan yang umumnya digunakan personal computer (PC) adalah keyboard dan mouse, keyboard dan mouse adalah unit yang menghubungkan user (pengguna) dengan komputer. Selain itu terdapat joystick, yang biasa digunakan untuk bermain games atau permainan dengan komputer. Kemudian scanner, untuk mengambil gambar sebagai gambar digital yang nantinya dapat dimanipulasi. Touch panel, dengan menggunakan sentuhan jari user dapat melakukan suatu proses akses file. Microphone, untuk merekam suara ke dalam komputer.

Data yang dimasukkan ke dalam sistem komputer dapat berbentuk signal input dan maintenance input. Signal input berbentuk data yang dimasukkan ke dalam sistem komputer, sedangkan maintenance input berbentuk program yang digunakan untuk mengolah data yang dimasukkan. Jadi Input device selain digunakan untuk memasukkan data dapat pula digunakan untuk memasukkan program. Berdasarkan sifatnya, peralatan input dapat digolongkan menjadi dua yaitu :
• Peratalan Input langsung, yaitu input yang dimasukkan langsung diproses oleh alat pemroses. Contohnya : keyboard, mouse, touch screen, light pen, digitizer graphics tablet, scanner.
• Peralatan Input tidak langsung, input yang melalui media tertentu sebelum suatu input diproses oleh alat pemroses. Contohnya : punched card, disket, harddisk.

Unit masukan atau peralatan input ini terdiri dari beberapa macam peranti yaitu :
a) Keyboard

Jenis-Jenis Keyboard :
QWERTY
DVORAK
KLOCKENBERG
Keyboard yang biasanya dipakai adalah keyboard jenis QWERTY, yang bentuknya ini mirip seperti tuts pada mesin tik. Keyboard QWERTY memiliki empat bagian yaitu :
1. Typewriter key
2. Numeric key
3. Function key

b) Mouse
Mouse adalah salah unit masukan (input device). Fungsi alat ini adalah untuk perpindahan pointer atau kursor secara cepat. Selain itu, dapat sebagai perintah praktis dan cepat dibanding dengan keyboard. Mouse mulai digunakan secara maksimal sejak sistem operasi telah berbasiskan GUI (Graphical User Interface). sinyal-sinyal listrik sebagai input device mouse ini dihasilkan oleh bola kecil di dalam mouse, sesuai dengan pergeseran atau pergerakannya. Sebagian besar mouse terdiri dari tiga tombol, umumnya hanya dua tombol yang digunakan yaitu tombol kiri dan tombol kanan. Saat ini mouse dilengkapi pula dengan tombol penggulung (scroll), dimana letak tombol ini terletak ditengah. Istilah penekanan tombol kiri disebut dengan klik (Click) dimana penekanan ini akan berfungsi bila mouse berada pada objek yang ditunjuk, tetapi bila tidak berada pada objek yang ditunjuk penekanan ini akan diabaikan. Selain itu terdapat pula istilah lainnya yang disebut dengan menggeser (drag) yaitu menekan tombol kiri mouse tanpa melepaskannya dengan sambil digeser. Drag ini akan mengakibatkan objek akan berpindah atau tersalin ke objek lain dan kemungkinan lainnya. Penekanan tombol kiri mouse dua kali secara cepat dan teratur disebut dengan klik ganda (double click) sedangkan menekan tombol kanan mouse satu kali disebut dengan klik kanan (right click)Mouse terdiri dari beberapa port yaitu mouse serial, mouse ps/2, usb dan wireless.

c) Touchpad
Unit masukkan ini biasanya dapat kita temukan pada laptop dan notebook, yaitu dengan menggunakan sentuhan jari. Biasanya unit ini dapat digunakan sebagai pengganti mouse. Selain touchpad adalah model unit masukkan yang sejenis yaitu pointing stick dan trackball.

d) Light Pen
Light pen adalah pointer elektronik yang digunakan untuk modifikasi dan men-design gambar dengan screen (monitor). Light pen memiliki sensor yang dapat mengirimkan sinyal cahaya ke komputer yang kemudian direkam, dimana layar monitor bekerja dengan merekam enam sinyal elektronik setiap baris per detik.

• Process Device (Unit Pemrosesan)
Power Supplay. Lower supplay menyediakan arus listrik untuk berbagai peralatan CPU power supplay mengkonversi listrik dan menyediakan aliran listrik tetap untuk digunakan komputer. Kualitas power supplay menentukan kwalitas kinerja komputer. Daya sebesar 300-400 wat yang disalurkan power supplay biasanya cukup bagi komputer yang digunakan untuk pengetikan ataupun grafik. Sementara, daya 400-500 watt dibutuhkan jika komputer bekerja menggunakan banyak menggunakan Periferal ( unit tambahan).

a) RAM (Random Access Memory) – Memory
RAM merupakan singkatan dari Random Access Memory biasanya disebut dengan istilah pendek yaitu Memori. Memory atau RAM merupakan sebuah perangkat keras komputer yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan data sementara. Memory bekerja dengan menyimpan dan menyuplai data-data penting yg dibutuhkan Processor dengan cepat untuk diolah menjadi informasi.

b) Kartu Grafis (Unit Keluaran)
Kartu grafis, atau kartu video adalah kartu ekspansi yang berfungsi untuk menciptakan dan menampilkan tampilan-tampilan di layar. Kartu grafis ini terdiri dari rangkaian komponen elektronika. Biasanya tertancap pada slot di papan utama CPU pada komputer. Beberapa kartu grafis menawarkan fungsi lain, seperti menangkap video, dan adaptor untuk penala TV, menguraikan MPEG-2 dan MPEG-4, FireWire, dan menghubungkan menuju beberapa layar. Beberapa perusahaan yang membuat kartu grafis terkenal antara lain adalah ATI, Matrox, dan NVIDIA.

c) Prosessor (Unit Pemrosesan)
Pengertian Prosesor, atau yang biasanya disebut dengan CPU, adalah otak dari komputer. Prosesor adalah komponen yang mengeksekusi perhitungan kompleks yang memungkinkan komputer untuk bisa digunakan menjelajah internet, memutar lagu di iTunes, dan menjalankan sistem operasi Anda.

d) Motherboard
Motherboard atau Papan induk adalah papan sirkuit tempat berbagai komponen elektronik saling terhubung, motherboard biasa disingkat dengan kata mobo. Pada motherboard inilah perangkat keras seperti Harddisk, ram, prosesor, kartu grafis, dan perangkat keras lain dihubungkan. Motherboard yang banyak ditemui dipasaran saat ini adalah motherboard milik PC yang pertama kali dibuat dengan dasar agar dapat sesuai dengan spesifikasi PC IBM.

• Output device ( Unit keluaran )
a) Monitor
Monitor komputer adalah salah satu jenis soft-copy device, karena keluarannya adalah berupa signal elektronik, dalam hal ini berupa gambar yang tampil di layar monitor. Gambar yang tampil adalah hasil pemrosesan data ataupun informasi masukan. Monitor memiliki berbagai ukuran layar seperti layaknya sebuah televisi. Tiap merek dan ukuran monitor memiliki tingkat resolusi yang berbeda. Resolusi ini lah yang akan menentukan ketajaman gambar yang dapat ditampilkan pada layar monitor. Jenis-jenis monitor saat ini sudah sangat beragam, mulai dari bentuk yang besar dengan layar cembung, sampai dengan bentuk yang tipis dengan layar datar (flat).

b) Printer
Printer merupakan sebuah perangkat keras yang dihubungkan pada komputer yang berfungsi untuk menghasilan cetakan baik berupa tulisan ataupun gambar dari komputer pada media kertas atau yang sejenisnya. Jenis printer ada tiga macam, yaitu jenis Printer Dot metrix, printer Ink jet, dan printer Laser jet.

c) Speaker
Speaker di sini pengertiannya sama dengan speaker pada umumnya, Speaker adalah transduser yang mengubah sinyal elektrik ke frekuensi audio (suara) dengan cara menggetarkan komponennya yang berbentuk selaput.

• Backing Storage ( Unit Penyimpanan)
Harddisk (HDD)
Harddisk bisa juga disebut Harddisk drive (HDD) atau hard drive (HD), Harddisk adalah sebuah salah satu perangkat keras komputer yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan data sekunder, di dalam harddisk berisi piringan magnetis. Harddisk pertama kali diciptakan oleh salah satu insinyur IBM, ia adalah Reynold Johnson pada tahun 1956. Harddisk yang juga dikenal dengan nama piringan keras ini pertama kali terdiri dari 50 piringan berukuran 2 kaki atau 0,6 meter, dengan kecepatan putaran mencapai 1.200 rpm (rotation per minute) dengan kapasitas penyimpanan 4,4 MB.
Data yang disimpan dalam harddisk tidak akan hilang ketika tidak diberi tegangan listrik. Dalam sebuah harddisk, biasanya terdapat lebih dari satu piringan untuk memperbesar kapasitas data yang dapat ditampung.
Dalam perkembangannya harddisk ukuran fiskiknya menjadi semakin tipis dan kecil namun memiliki daya tampung data yang sangat besar. Harddisk saat juga tidak hanya dapat terpasang di dalam perangkat (internal) tetapi juga dapat dipasang di luar perangkat (eksternal) dengan menggunakan kabel USB ataupun kabel lain yang mendukung.

• Periferal (Unit Tambahan)
Contoh perangkat keras komputer yang termasuk dalam unit tambahan atau periferal antara lain:
Modem
pengertian Modulator adalah suatu rangkaian yang berfungsi melakukan proses modulasi, yaitu proses “menumpangkan” data pada frekuensi gelombang pembawa (carrier signal) ke sinyal informasi/pesan agar bisa dikirim ke penerima melalui media tertentu ( seperti media kabel atau udara), biasanya berupa gelombang sinus. Dalam hal ini sinyal pesan disebut juga sinyal pemodulasi. Data dari komputer yang berbentuk sinyal digital dirubah menjadi sinyal Analog.

Kartu Suara
Kartu suara (Sound Card) adalah suatu perangkat keras komputer yang digunakan untuk mengeluarkan suara dan merekam suara. Pada awalnya, Sound Card hanyalah sebagai pelengkap dari komputer. Namun sekarang, sound card adalah perangkat wajib di setiap komputer. Dilihat dari cara pemasangannya, sound card dibagi 3:
 Sound Card Onboard, yaitu sound card yang menempel langsung pada motherboard komputer.
Sound Card Offboard, yaitu sound card yang pemasangannya di slot ISA/PCI pada motherboard. Rata-rata, sekarang sudah menggunakan PCI.
Soundcard External, adalah sound card yang penggunaannya disambungkan ke komputer melalui port eksternal, seperti USB atau FireWire.

• Pengertian Batch File :
Batch file adalah file teks yang berisi serangkaian perintah yang digunakan untuk memulai menjalankan suatu program dan untuk menjalankan utilitas. Pemrograman Batch file dikenal dengan sebutan Unix Shell Programming versi Windows.
Di dalam DOS, Batch file merupakan file text berisi rentetan perintah yang akan dieksekusi oleh command interpreter untuk kemudian dieksekusi satu persatu secara urut.
Contohnya : Seperti saat kita mengetikan command di MS. DOS, hanya saja dengan
Batch file perintah (command) ini dimasukkan ke dalam suatu file untuk otomatisasi penggunaannya.

Batch file ini sendiri dapat dicontohkan seperti shortcut icon yang ada di Windows atau Machintos yakni seperti jalan pintas untuk menjalankan satu atau lebih perintah ke dalam satu langkah mudah. Contoh lainnya adalah autoexec.bat, yang merupakan file boot sederhana yang dimuat pada MS. DOS. Batch file tersebut berisi semua perintah yang digunakan untuk menjalankan MS. DOS setiap kali computer melakukan booting.

Ekstensi Batch File pada DOS
.bat merupakan ekstensi pertama yang digunakan oleh Microsoft untuk batch file. (Ekstensi adalah kata setelah titik yang menandakan jenis suatu file). Ekstensi ini berjalan pada MS. DOS dan semua versi dari Microsoft windows. Pada MS. DOS menggunakan command.com untuk mengeksekusi file batch sedang kalau di windows menggunakan cmd.exe.

Cara Kerja Batch File
Ketika sebuah batch file dijalankan, program shell yang berupa command.com akan membaca file batch dan kemudian mengeksekusi perintahnya, secara baris demi baris. Batch files berguna untuk menjalankan rangkaian dari beberapa perintah yang bisa dieksekusi (executables) secara otomatis dan sering digunakan oleh sistem administrator untuk mengotomatisasi banyak proses secara bersamaan. Perintah-perintah batch file bersifat case insensitive jadi tidak ada perbedaan maksud antara huruf besar dengan huruf kecil.

Jenis Perintah dalam DOS Batch Command
Perintah-perintah dalam DOS Batch Command terdiri dari 2 jenis, yaitu Perintah Internal dan perintah Eksternal.
Contoh yang termasuk perintah Internal, yaitu : Copy, Dir, Delete
Contoh yang termasuk perintah Eksternal, yaitu : Format, Undelete, Backup
Setiap kita menjalankan perintah DOS batch file baik internal ataupun eksternal, command.com akan langsung menjalankan peritah internal atau memanggil program eksternal yang terpisah dan menjalankan perintah tersebut untuk kemudian mengembalikan hasilnya dalam bentuk perintah eksternal.

Fungsi Batch File
Katakanlah Anda perlu menjalankan seperangkat perintah berulang kali untuk melakukan tugas rutin seperti Back up File Penting, Menghapus file-file sementara (*. tmp,. Bak, ~ .* dll) maka sangat repot jika kita harus mengetikan perintah-perintah yang sama setiap kali kita akan melakukan tugas yang sama. Maka diperlukanlah Batch file untuk mengatasi hal tersebut, sehingga setiap kita butuh untuk melakukan sebuah tugas tertentu dalam DOS kita tinggal jalankan saja file Batch yang sudah kita buat sebelumnya. Hal ini tentu akan sangat efektif daripada harus mengetikan perintah-perintah yang sama. Sehingga akan juga menghemat waktu.
Dalam keseharian file batch ini dapat memiliki 2 fungsi, yakni fungsi positif dan fungsi negatif. Dikatakan berfungsi positif jika bacth file ini digunakan untuk tune up, program administrator, backup, dan lainya. Dan berfungsi negatif jika digunakan untuk membuat virus, cracker, dan sebagainya.
Menggunakan File Batch

Selain menyimpan program Batch di dalam komputer, kita juga bisa menyimpannya di tempat lain. Semisal adalah menggunakan disket atau flashdisk sebagai media penyimpanan eksternal. Sehingga kita dapat menggunakan file Batch yang sudah kita buat ke komputer lain atau untuk di bagikan kepada orang lain yang membutuhkan. Dalam perkembangannya file Batch ini juga masih berlaku di sistem operasi windows yaitu dengan menggunakan cmd.exe. Kemudian dalam masa depan kemungkinan akan digunakannya powershell sebagai penggantinya. Hal ini terlihat bahwa di dalam Windows Tujuh sudah tersedia fitur powershell ini. Jadi, pemprograman dalam Batch file bukanlah sesuatu yang kuno, melainkan pemprograman yang hadir dari waktu ke waktu. Keberadaan file Batch ini sendiri dapat mempermudah pekerjaan kita, baik di lingkungan DOS maupun windows. Semisal kita ingin membuka beberapa program sekaligus, akan sangat tidak efisien jika kita menjalankannya satu persatu. Maka dari itu akan lebih cepat jika kita menggunakan batch file. Kemampuan dari sebuah file Batch tidak hanya sebatas itu saja. Kita dapat mengunci folder, menyembunyikan atau menampilkan file bahkan yang super hidden sekalipun, mengupdate bios, melakukan patch lubang keamanan, maintenance, dan lain sebagainya.

• Perintah Batch File
@ : Simbol ini sering ditulis sebagai @ ECHO OFF untuk mencegah ditampilkannya
perintah dalam Batch file, jadi yang ditampilkannya hanyalah hasilnya.

%1 : Persen yang dikuti dengan nilai numeric yang dimulai dari satu, memungkinkan
pengguna untuk menambahkan variable dalam sebuah file Batch. Berikut
Contohnya:
ECHO Hello% 1
Ketika satu baris file Batch diatas dibuat, tambahkan nama anda setelah file Batch.
sebagai contoh, ketik myname (jadikan nama file bat) dan kemudian nama Anda:
My Name Asti
Akan menampilkan hasil
Hello Asti
Catatan : dapat diperluas ke %2, %3, dst

:: : Salah satu dari dua cara untuk menambahkan komentar kedalam file Batch tanpa
ditampilkan atau mengeksekusi baris komentar ketika file batch dijalankan.

: LABEL : Dengan menambahkan titik dua didepan sebuah kata, misalnya LABEL, Anda
akan membuat kategori atau yang lebih dikenal dengan label. Hal ini
memungkinkan Anda untuk melompat ke bagian tertentu dari sebuah file Batch.

CALL : Ini digunakan untuk menjalankan file Batch di dalam file Batch. Tapi jika file
Batch yang akan dijalankan tidak ada, maka akan menampilkan pesan kesalahan.

CHOICE : Memungkinkan file Batch dan script menunggu user untuk memilih satu set
pilihan.

CLS : Sama seperti perintah DOS, yaitu digunakan untuk menghapus layar.
ECHO : Menampilkan pesan dalam Batch file. Misalnya ECHO Hello word akan
menampilkan Hello word. Jika Anda ingin menambah baris kosong ketikan ECHO
saja.

EXIT : Keluar dari jendela DOS jika file batch berjalan dari Windows.

GOTO LABEL : Digunakan untuk pergi ke label tertentu, seperti LABEL. An example of GOTO
would be to GOTO END. Contoh GOTO adalah untuk GOTO END.

IF : Digunakan untuk memeriksa kondisi tertentu jika kondisi tersebut tersedia.

• Dasar membuat File Batch
Untuk membuat file Batch, berikut contoh sederhananya:
1. Buka jendela command MS-DOS atau masuk ke MS-DOS. Informasi tambahan
mengenai cara melakukan ini dapat ditemukan pada dokumen CHDOS
2. Pada MS-DOS prompt, ketik: edit test.bat dan tekan “enter”.
3. Jika mengetiknya benar, maka layar akan menjadi biru. Dalam layar ketik:
Pause
dir c: \ windows
dir c:\windows\system dir c: \ windows \ system
4. Setelah itu, Klik “file” kemudian “exit”. Ketika diminta untuk menyimpan pilih
“yes”. Pengguna yang tidak memiliki cursor mouse dapat melakukan hal tersebut
dengan menekan Alt+F untuk mengakses menu “File”, lalu tekan “x” untuk exit dan
“enter” untuk menyimpan perubahan.
5. Setelah anda kembali ke MS-DOS prompt, Ketik : tes dan tekan “enter”. Hal ini
akan mengeksekusi file test.bat dan menjalankan file. Karena baris pertama
adalah pause, maka Anda akan diminta untuk menekan tombol. Setelah itu file
Batch akan berjalan baris demi baris. Jika anda ingin menambahkan baris perintah
file batch cukup dengan mengetikan edit test.batuntuk mengeditnya. Tapi
beberapa versi MS-DOS tidak memiliki perintah Edit. Jika hal ini terjadi, maka Anda
perlu untuk mendapatkan file edit.com untuk mengakses file ini atau dengan copy con
command.

Tugas
Management Umum #
(Dosen : Izzati Amperaningrum)

Nama : Andikawati

Kelas : 1DB13

NPM : 30111770

Materi : Penjelasan Mengenai Actuating (Pengasuhan)

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang 3
1.2 Tujuan Penulisan 3
1.3 Rumusan Masalah 3

BAB II ISI
2.1 Pengertian Actuating 4-5
2.2 Directing atau commanding 5-6
2.3 Beberapa Hal Yang Tercakup Dalam Actuating 7-8
2.4 Fungsi actuating dalam perusahaan 8-9
2.5 Premis dasar 9
2.6 Teori dasar Motivasi 9-10
2.7 Cakupan Teori Motivasi 10-12

BAB III KESIMPULAN
3.1 Kesimpulan 13

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Pengetahuan tentang actuating (pergerakan) dikalangan para remaja khususnya kalangan Mahasiswa zaman sekarang harus di tingkatkan. Pengetahuan tentang actuating pun penting untuk diketahui dan dipelajari. Dengan dibuatnya makalah ini, diharapkan akan lebih meningkatkan pengetahuan kita mengenai penjelasan tentang actuating.

1.2 Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah ini antara lain :
• Untuk mengetahui pengertian Actuating
• Untuk mengetahui Directing
• Untuk mengetahui Model Motivasi Manusia
• Untuk mengetahui beberapa hal yang tercakup dalam Actuating

1.3 Rumusan Masalah
Perumusan masalah
• Apa pengertian actuating?
• Apa pengertian directing?
• Bagaimana model motivasi manusia?
• Apa saja yang tercakup dalam actuating?

BAB II
ISI

2.1 Pengertian Actuating

Pengertian actuating secara bahasa adalah pengarahan atau dengan kata lain pergerakan pelaksanaan, sedang pengertian secara istilah actuating (pengarahan) adalah mengarahkan semua karyawan agar mau bekerja sama dan bekerja efektif dalam mencapai tujuan perusahaan.
Dengan kata lain actuating adalah suatu usaha yang dilakukan untuk mencapai tujuan perusahaan dengan berpedoman pada perencanaan (planning) dan usaha pengorganisasian.
Pelaksanaan pekerjaan dan pemanfaatan alat-alat bagaimanapun canggihnya atau handalnya, baru dapat dilakukan jika karyawan ikut berperan aktif melaksanakannya. Fungsi pengarahan ini adalah ibarat kunci stater mobil, artinya mobil baru dapat berjalan jika kunci staternya telah melaksanakan fungsinya. Demikian juga proses manajemen baru terlaksana setelah fungsi pengarahan diterapkan.
Dari seluruh rangkaian proses manajemen, pelaksanaan (actuating) merupakan fungsi manajemen yang paling utama. Dalam fungsi perencanaan dan penggorganisasian lebih banyak berhubungan dengan aspek-aspek abstrak proses manajemen, sedangkan fungsi actuating justru lebih menekankan pada kegiatan yang berhubungan langsung dengan orang-orang dalam organisasi.

 Definisi fungsi pengarahan ini dikemukan para penulis sebagai berikut :

 Menurut G.R. Terry
Pengarahan adalah membuat semua anggota kelompok, agar mau bekerjasama dan bekerja secara ikhlas serta bergairah untuk mencapai tujuan sesuai dengan perencanaan dan usaha pengorganisasian.

 Menurut Koontz dan O’Donnel
Pengarahan adalah hubungan antara aspek-aspek individual yang ditimbulkan oleh adanya pengaturan terhadap bawahan-bawahan untuk dapat dipahami dan pembagian pekerjaan yang efektif untuk tujuan perusahaan yang nyata. Jadi pengarahan adalah kegiatan yang dilakukan oleh pimpinan untuk membimbing, menggerakan, mengatur segala kegiatan yang telah diberi tugas dalam melaksanakan sesuatu kegiatan usaha. Pengarahan ini dapat dilakukan dengan cara persuasif atau bujukan dan instruksi, tergantung cara mana yang paling efektif.

Dari pengertian di atas, pelaksanaan (Actuating) tidak lain merupakan upaya untuk menjadikan perencanaan menjadi kenyataan, dengan melalui berbagai pengarahan dan pemotivasian agar setiap karyawan dapat melaksanakan kegiatan secara optimal sesuia dengan peran, tugas dan tanggung jawabnya. Hal yang penting diperhatikan dalam pelaksanaan (actuating) ini adalah bahwa seorang karyawan akan termotivasi untuk mengerjakan sesuatau jika :
• Merasa yakin akan mampu mengerjakan.
• Yakin bahwa pekerjaan tersebut memberikan manfaat bagi dirinya.
• Tidak sedang dibebani oleh problem pribadi atau tugas lain yang lebih penting (mendesak).
• Tugas tersebut merupakan kepercayaan bagi yang bersangkutan.
• Hubungan antar teman dalam organisasi tersebut harmonis.

2.2 Directing atau Commanding

Directing atau commanding di dalam fungsi manajemen yang berhubungan dengan usaha memberi bimbingan, saran, perintah-perintah atau instruksi kepada bawahan dalam melaksanakan tugas masing-masing, agar tugas dapat dilaksanakan dengan baik dan benar-benar tertuju pada tujuan yang telah ditetapkan semula.
Directing atau commanding merupakan fungsi manajemen yang dapat berfungsi bukan saja agar pegawai melaksanakan atau tidak melaksanakan suatu kegiatan, tetapi dapat pula mengkoordinasikan kegiatan berbagai unsur organisasi agar efektif tertuju pada realisasi tujuan yang ditetapkan sebelumnya .

• Fungsi pengarahan dan implementasi

Proses implementasi program agar dapat dijalankan oleh seluruh pihak dalam organisasi serta proses memotivasi agar semua pihak tersebut dapat menjalankan tanggung jawabnya dengan penuh kesadaran dan produktifitas yang tinggi.

• Kegiatan dalam fungsi pengarahan dan implementasi

Mengimplementasikan proses kepemimpinan, pembimbingan, dan pemberian motivasi kepada seluruh tenaga kerja agar dapat bekerja secara efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan memberikan tugas dan penjelasan rutin mengenai pekerjaan.

Menjelaskan kebijakan yang ditetapkan ada pun cara yang biasa di kenal adalah sebagai berikut :
Pengarahan dilakukan dengan cara memberikan informasi yang diperlukan terutama yang berhubungan dengan masalah yang dihadapi karyawan. Pengarahan semacam ini biasanya dilakukan untuk menangani karyawan-karyawan yang baru saja diterima sebagai karyawan baru di perusahaan.

Adapun pengarahan tersebut bisa mencakup tugas yang harus dilakukan, cara-cara yang digunakan, hubungan antar sesama karyawan, tugas melaksanakan kegiatan dan sebagainya. Pengarahan dengan cara memberikan perintah yang harus dilakukan oleh bawahan. Perintah tersebut dapat dilakukan dengan cara tertulis atau pun lisan dimana perintah tersebut perlu untuk dimengerti secara baik oleh atasan. Jadi, atasan harus dapat menyesuaikan kapan atasan memberikan perintah secara formal atau tertulis maupun perintah secara lisan dan kapan atasan harus memberikan perintah yang harus dilakukan oleh seluruh bawahan (umum) maupun hanya bagian tertentu saja (khusus).

2.3 Beberapa Hal Yang Tercakup Dalam Actuating
• Komunikasi Organisasi

Komunikasi organisasi merunjuk pada pola dan bentuk komunikasi yang terjadi dalam konteks dan jaringan organisasi. Komunikasi organisasi melibatkan bentuk-bentuk komunikasi antar pribadi dan komunikasi kelompok. Pembahasan komunikasi organisasi antara lain menyangkut struktur dan fungsi organisasi, hubungan antar manusia dan proses pengorganisasian serta budaya organisasi.

Komunikasi organisasi diberi batasan sebagai arus pesan dalam suatu jaringan yang sifat hubunganya saling bergantung satu sama lain meliputi arus komunikasi vertikal dan horizontal.

Dalam teori-teori organisasi ada dua hal yang mendasar yang dijadikan pedoman:
 Teori tradisi posisional yang meneliti bagaimana manajemen menggunakan jaringan-jaringan formal untuk mencapai tujuanya.
 Teori tradisi hubungan antar pribadi yang meneliti bagaimana sebuah organisasi terbentuk melalui interaksi antar individu.

• Coordinating

Coordinating atau mengkoordinasi merupakan salah satu fungsi manajemen untuk melakukan berbagai kegiatan agar tidak terjadi kekacauan, percekcokan, kekosongan kegiatan, dengan jalan menghubungkan, menyatukan dan menyelaraskan pekerjaan bawahan sehingga terdapat kerja sama yang terarah dalam usaha mencapai tujuan organisasi.

Usaha yang dapat dilakukan untuk mencapai tujuan itu, antara lain dengan memberi instruksi, perintah, mengadakan pertemuan untuk memberikan penjelasan bimbingan atau nasihat, dan mengadakan coaching dan bila perlu memberi teguran.

• Motivating
Motivating atau pemotivasian kegiatan merupakan salah satu fungsi manajemen berupa pemberian insfirasi, semangat dan dorongan kepada bawahan, agar bawahannya melakukan kegiatanya secara sukarela sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh atasan.

Pemberian inspirasi, semangat dan dorongan oleh atasan kepada bawahan ditunjukan agar bawahan bertambah kegiatanya, atau mereka lebih bersemangat melaksanakan tugas-tugas sehingga mereka berdaya guna dan berhasil guna

• Leading

Istilah leading, yang merupakan salah satu fungsi manajemen, dikemukakan oleh Louis A. Allen, yang dirumuskannya sebagai pekerjaan yang dilakukan oleh seorang manajer yang menyebabkan orang lain bertindak. Pekerjaan leading, meliputi lima macam kegiatan, yakni :
 Mengambil keputusan.
 Mengadakan komunikasi agar ada saling pengertian antara manajer dan bawahan.
 Memberi semangat, inspirasi, dan dorongan kepada bawahan supaya mereka bertindak.
 Memilih orang-orang yang menjadi anggota kelompoknya.
 Memperbaiki pengetahuan dan sikap-sikap bawahan agar mereka terampil dalam usaha mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

2.4 Fungsi actuating dalam perusahaan

Fungsi fundamental dalam perusahaan setelah menata perencanaan dan pengorganisasian adalah bagaimana cara menggerakan manusia secara suka rela untuk melakukan aktivitas personal yang sesuai dengan tujuan perusahaan.
“Menggerakan merupakan usaha untuk menggerakan anggota kelompok sedemikian rupa sehingga mereka berkeinginan dan berusaha untuk mencapai sasaran perusahaan yang bersangkutan dan anggota perusahaan tersebut oleh karena anggota itu ingin mencapai sasaran tersebut.”(Terry 2006:313)

2.5 Premis Dasar

Menurut McGregor berpendapat bahwa ada premis dasar yang merupakan pandangan yang berlawanan dalam bentuk Teori X dan Teori Y.
Ciri Teori X adalah berasumsi:
 Kebanyakan pekerja yang bekerja pada suatu perusahaan bekerja sedikit mungkin dan mereka umumnya menentang perubahan.
 Kebanyakan pekerja harus dibujuk, di berikan penghargaan, dihukum dan di awasi untuk mengubah kelakuan mereka agar sesuai dengan kebutuhan organisasi.
 Kebanyakan pekerja ingin diberikan pengarahan oleh seorang manajer formal dan dimana ada kesempatan mereka berusaha untuk menghindari tanggung jawab.

Ciri-ciri Teori Y adalah berasumsi
 Kebanyakaan pegawai perusahaan tidaklah secara inheren membenci pekerjaan kebanyakan pegawai memiliki kapasitas untuk menerima tanggung jawab dan potensi untuk pengembangan tapi manajemen melalui tindakannya harus membuat mereka sadar tentang sifat-sifat tersebut.
 Kebanyakan pegawai ingin memenuhi kebutuhan-kebutuhan sosial, kebutuhan akan penghargaan dan kebutuhan untuk mengactualisasikan diri sendiri.

2.6 Teori Dasar Motivasi

Dari premis dasar di atas dikenallah motivasi yang berasal dari movere artinya menggerakan,didalamnya ada beberapa teori dasar untuk menggerakaan manusia antara lain :
• Motivasi
• Kepemimpinan
• Komunikasi
• Evaluasi

“Motivasi mewakili proses psikologikal yang menyebabkan timbulnya, diarahkannya dan terjadinya persistensi kegiatan sukarela yang diarahkan ke arah tujuan tertentu.” (Mitchel, 1982 :81)
“Motivasi adalah keinginan yang terdapat pada seseorang individu yang merangsangnya untuk melakukan tindakan-tindakan.” (Terry, 2006 : 328)

Motivasi adalah kesediaan untuk melaksanakan upaya tinggi untuk mencapai tujuan organisasi yang dikondisi oleh kemampuan, upaya demikian untuk memenuhi kebutuhan individual tertentu (Robbin,et,al, 1999:50)

Motivasi berhubungan dengan jiwa manusia dan prilaku manusia seutuhnya dan berbicara manusia selalu berhubungan dengan sebuah kebutuhan.

Herzberg beranggapan bahwa manusia memiliki 2 macam kebutuhan fundamental yaitu :
 Kebutuhan akan pertumbuhan psikologis
 Kebutuhan akan menghindari perasaan sakit dan discomport

2.7 Cakupan Teori Motivasi

Menurut Landy & Becker (1987) teori motivasi dikategorikan dalam 5 macam yaitu : teori kebutuhan (need theory), teori keadilan (equity theory), teori ekpektansi (expectancy theory) dan teori penetapan tujuan (goal-setting theory)
 Teori kebutuhan
Teori hirarkhi kebutuhan Abraham Maslow yang mengungkapkan Motivasi manusia berhubungan dengan 5 macam kebutuhan yang berhirarkhi yaitu :
1. Kebutuhan psikologis
2. Kebutuhan akan keamanan
3. Kebutuhan akan apeksi
4. Kebutuhan akan pandangan masyarakat
5. Kebutuhan akan aktualisasi diri sendiri

• Teori Erg dari Clayton P. Alderifer (1972) yaitu terkenal dengan teori (ERG yaitu Existence needs=E, Relatedness needs = R dan Growth needs = G).

• Teori kebutuhan mencapai prestasi dan McClelland (1940) (motivasi berbeda-beda sesuai dengan kekuatan kebutuhan seseorang akan prestasi.

• Teori Higiene motivator dari Frederick Herzberg (1959) yang berpendapat bahwa motivasi merupakan dampak langsung dari kepuasan kerja dimana didalamnya ada motivator kerja dan ada faktor higiene dalam bekerja.

 Teori keadilan (Kreitner et.al., 1989)
Yang berpendapat orang-orang berupaya mendapatkan kelayakan dan keadilan dalam pertukaran-pertukaran sosial atau hubngan memberi dan menerima. Tendensi keadilan dan ketidakadilan :
 Seorang individu akan berupaya untuk memaksimalisasi jumlah hasil positif yang diterima olehnya.
 Orang-orang menolak untuk memperbesar masukan-masukan apabila hal tersebut memerlukan upaya atau biaya besar.
 Orang menolak perubahan behavioral atau kognitif dalam masukan-masukan yang penting bagi konsep diri mereka atau harga diri mereka.
 Daripada mengubah kognisi tentang diri sendiri seorang individu cenderung mengubah kognisi tentang perbandingan mengenai masukan dan hasil pihak lain.
 Meninggalkan lapangan ahanya akan dilakukan apabila ketidak adilan hebat, tidak dapat diatas dengan metode lain.

 Teori Ekpektansi
Orang-orang termotivasi untuk berprilaku dengan cara-cara menimbulkan kombinasi-kombinasi hasil-hasil yang diekpektansikan yang didalamnya ada prinsip hedonisme.
 Teori Ekpektansi Victor Vroom (1964) :
Kekuatan motivasi tergantung pada ekpektansi (keyakinan sendiri untuk melakukan sesuatu) sesorang dengan konsep pokok ekpektansi (apakah kiranya saya dapat mencapai tingkat kinerja tugas yang diinginkan), instrumentalis (hasil kerja apakah akan saya peroleh sebagai hasil kinerja saja) dan valensi (bagaimankah penilaian saya tentag hasil-hasil kerja) dengan membuat persamaan bahwa motivasi merupakan hasil dari ekpektansi kali instrumentalitas kali valensi.

Teori ekpektansi memprediksi bahwa motivasi untuk bekerja keras untuk kenaikan upah akan rendah apabila :
 Ekpektansi rendah-seseorang merasa bahwa ia tidak mampu mencapai tingkat kenerja yang diperlukan.
 Instrumentalis rendah-orang yang bersangkutan tidak yakin bahwa sutau tingkat kinerja tugas akan menyebabkan kenaikan dalam imbalan.
 Valensi rendah-orang yang bersangkutan kurang menghargai kenaikan dalam imbalan
 Setiap kombinasi dari ketiga macam kemungkinan, mungkin terjadi.

 Teori Pencapaian Tujuan (Edwin A.Locke)
Teori ini diaplikasikan dalam teknik manajemen berdasarkan sasaran (Management by Objective) dan Locke berpendapat “Kinerja cenderung meningkat sewaktu tujuan menjadi semakin sulit dicapai tetapi hal tersebut akan berlangsung hingga titik tertentu, spesifikasi tujuan secara menyeluruh yang disertai kesulitan-kesulitan ternyata sangat kuat berkaitan dengan kinerja tugas.”
Dimana penetapan tujuan memiliki empat macam mekanisme motivasional sebagai berikut :
• Tujuan mengarahkan perhatian.
• Tujuan mengatur upaya.
• Tujuan meningkatkan persistensi.
• Tujuan menunjang strategi dan rencana kegiatan.

BAB III
KESIMPULAN

3.1 Kesimpulan

Dalam hal ini, George R. Terry (1986) mengemukakan bahwa Actuating merupakan usaha menggerakkan anggota-anggota kelompok sedemikian rupa hingga mereka berkeinginan dan berusaha untuk mencapai sasaran perusahaan dan sasaran anggota-anggota perusahaan tersebut oleh karena para anggota itu juga ingin mencapai sasaran-sasaran tersebut.

Directing atau Commanding adalah fungsi manajemen yang berhungan dengan usaha member bimbingan, saran, perintah-perintah atau instruksi kepada bawahan dalam melaksanakan tugas masing-masing, agar tugas dapat dilaksanakan dengan baik dan benar-benar tertuju pada tujuan yang telah ditetapkan semula.

Directing atau commanding merupakan fungsi manajemen yang dapat berfungsi bukan saja agar pegawai melaksanakan atau tidak melaksanakan suatu kegiatan, tetapi dapat pula mengkoordinasikan kegiatan berbagai unsur organisasi agar efektif tertuju pada realisasi tujuan yang ditetapkan sebelumnya .